Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai 'The New World' ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492. Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah 'Dunia Baru'. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.
Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus. Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.
"Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya," tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.
Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.
Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. "Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara," papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli.
Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada. Itulah bukti nyata bahwa Islam telah menyemai peradabannya di benua Amerika jauh sebelum Barat tiba.
Fakta lainnya tentang kehadiran Islam di Amerika jauh sebelum Columbus datang juga diungkapkan Dr Barry Fell, seorang arkeolog dan ahli bahasa dari Universitas Harvard. Dalam karyanya berjudul Saga America, Fell menyebutkan bahwa umat Islam tak hanya tiba sebelum Columbus di Amerika. Namun, umat Islam juga telah membangun sebuah peradaban di benua itu.
Fell juga menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Menurut dia, bahasa yang digunakan orang Pima di Barat Daya dan bahasa Algonquina, perbendaharaan katanya banyak yang berasal dari bahasa Arab. Arkeolog itu juga menemukan tulisan tua Islami di beberapa tempat seperti di California.
Di Kabupaten Inyo, negara bagian California, Fell juga menemukan tulisan tua lainnya yang berbunyi 'Yasus bin Maria' yang dalam bahasa Arab berarti "Yesus, anak Maria". "Ini bukan frase Kristen," cetus Fell. Faktanya, menurut dia, frase itu ditemukan dalam kitab suci Alquran.
Tulisan tua itu, papar dia, usianya lebih tua beberapa abad dari Amerika Serikat.
Arkeolog dan ahli bahasa itu juga menemukan teks, diagram, serta peta yang dipahat di batu yang digunakan untuk kepentingan sekolah. Temuan itu bertarikh antara tahun 700hingga 800 M. Teks serta diagram itu berisi mata pelajaran matematika, sejarah, geografi, astronomi, dan navigasi laut. Bahasa pengajaran yang ditemukan itu menggunakan tulisan Arab Kufi dari Afrika Utara.
Sejarawan seni berkebangsaan Jerman, Alexander Von Wuthenau, juga menemukan bukti dan fakta keberadaan Islam di Amerika pada tahun 800M hingga 900 M. Wuthenau menemukan ukiran kepala yang menggambarkan seperti bangsa Moor,
Sesuatu kebohongan yang ditutupi akhirnya akan terbongkar juga, dengan begitu apakah kita akan berpikir orang yang tersesat di laut dan mendarat disebuah pulau, dan pulau itu ternyata sudah ada penduduknya disebut penemu....
Label: education
The Enduring Mystery of Jack the Ripper
The name 'Jack the Ripper' has become the most infamous in the annals of murder. Yet, the amazing fact is that his identity remains unproven today. In the years 1888-1891 the name was regarded with terror by the residents of London's East End, and was known the world over. So shrouded in myth and mystery is this story that the facts are hard to identify at this remove in time. And it was the officers of Scotland Yard to whom the task of apprehending the fearsome killer was entrusted.
They may have failed, but they failed honourably, having made every effort and inquiry in their power to free London of the unknown terror.
Over the years the mystery has deepened to the degree that the truth is almost totally obscured. Innumerable press stories, pamphlets, books, plays, films, and even musicals have dramatised and distorted the facts to such a degree that the fiction is publicly accepted more than the reality.
Suspects
Suffice to say genuine suspects are far fewer than the prolific authors of the genre would have us believe. In fact, to reduce them to only those with a genuine claim having been nominated by contemporary police officers, we are left with a mere four. They are:
- Kosminski, a poor Polish Jew resident in Whitechapel;
- Montague John Druitt, a 31 year old barrister and school teacher who committed suicide in December 1888;
- Michael Ostrog, a Russian-born multi-pseudonymous thief and confidence trickster, believed to be 55 years old in 1888, and detained in asylums on several occasions;
- Dr Francis J. Tumblety, 56 Years old, an American 'quack' doctor, who was arrested in November 1888 for offences of gross indecency, and fled the country later the same month, having obtained bail at a very high price.
The first three of these suspects were nominated by Sir Melville Macnaghten, who joined the Metropolitan Police as Assistant Chief Constable, second in command of the Criminal Investigation Deptment (C.I.D.) at Scotland Yard in June 1889. They were named in a report dated 23 February 1894, although there is no evidence of contemporary police suspicion against the three at the time of the murders. Indeed, Macnaghten's report contains several odd factual errors.
Kosminski was certainly favoured by the head of the C.I.D. Dr. Robert Anderson, and the officer in charge of the case, Chief Inspector Donald Swanson. Druitt appears to have been Macnaghten's preferred candidate, whilst the fact that Ostrog was arrested and incarcerated before the report was compiled leaves the historian puzzling why he was included as a viable suspect in the first place.
The fourth suspect, Tumblety, was stated to have been "amongst the suspects" at the time of the murders and "to my mind a very likely one," by the ex-head of the Special Branch at Scotland Yard in 1888, ex-Detective Chief lspector John George Littlechild. He confided his thoughts in a letter dated 23 September, 1913, to the criminological journalist and author George R Sims.
For a list of viable suspects they have not inspired any uniform confidence in the minds of those well-versed in the case.
Indeed, arguments can be made against all of them being the culprit, and no hard evidence exists against any of them. What is obvious is the fact that the police were at no stage in a position to prove a case against anyone, and it is highly unlikely a positive case will ever be proved. If the police were in this position in 1888-1891, then what hope for the enthusiastic modern investigator?
To clear the confusion for the new student of the case we have to return to factual basics. Just who was 'Jack the Ripper,' and what were the 'Whitechapel murders'?
The crimes
What has to be understood is the fact that the 'Ripper' murders and the 'Whitechapel murders' are not the same thing, although the latter does include the 'Ripper' murders. So to set the scene, the list of the eleven Whitechapel murders, (all of which at some stage have been looked upon as 'Ripper' murders), was as follows:
| Date | Victim | Circumstances |
|---|---|---|
| Tuesday 3 April 1888 | Emma Elizabeth Smith | Assaulted and robbed in Osborn Street, Whitechapel. |
| Tuesday 7 August 1888 | Martha Tabram | George Yard Buildings, George Yard, Whitechapel. |
| Friday 31 August 1888 | Mary Ann Nichols | Buck's Row, Whitechapel, |
| Saturday 8 September 1888 | Annie Chapman | Rear Yard at 29 Hanbury Street, Spitalfields. |
| Sunday 30 September 1888 | Elizabeth Stride | Yard at side of 40 Berner Street, St Georges-in-the- East. |
| Sunday 30 September 1888 | Catherine Eddowes | Mitre Square, Aldgate, City of London. |
| Friday 9 November 1888 | Mary Jane Kelly | 13 Miller's Court, 26 Dorset Street Spitalfields. |
| Thursday 20 December 1888 | Rose Mylett | Clarke's Yard, High Street. Poplar. |
| Wednesday 17 July 1889 | Alice McKenzie | Castle Alley, Whitechapel. |
| Tuesday 10 September 1889 | Unknown female torso | Found under railway arch in Pinchin Street, Whitechapel, |
| Friday 13 February 1891 | Frances Coles | Under railway arch, Swallow Gardens, Whitechapel. |
Throat cutting attended the murders of Nichols, Chapman, Stride, Eddowes, Kelly, McKenzie and Coles. In all except the cases of Stride and Mylett there was abdominal mutilation. In the case of Chapman the uterus was taken away by the killer; Eddowes' uterus and left kidney were taken; and in Kelly's case, evidence suggests, the heart.
The murders were considered too much for the local Whitechapel (H) Division C.I.D, headed by Detective Inspector Edmund Reid, to handle alone. Assistance was sent from the Central Office at Scotland Yard, after the Nichols murder, in the persons of Detective Inspectors, Frederick George Abberline, Henry Moore, and Walter Andrews, together with a team of subordinate officers. Reinforcements were drafted into the area to supplement the local men. After the Eddowes murder the City Police, under Detective Inspector James McWilliam, were also engaged on the hunt for the killer.
Every one of these murders remained unsolved, no person was ever convicted of any of them. Thus It must be said that we simply do not know which of them for certain were the work of a single killer. Over the years, mainly as a result of Macnaghten's beliefs, the 'Ripper'-victims have been listed as
- Nichols
- Chapman
- Stride
- Eddowes
- Kelly,
with Tabram having gained favour more recently as a possible sixth in the opinion of some historians.
Non-Ripper murders
Certainly the evidence indicates that Smith was murdered by a group of three young hoodlums. The police investigated a suspicion that Tabram was murdered by a soldier. Mylett, who was not even murdered according to the Assistant Commissioner Robert Anderson, was probably strangled by a client.
McKenzie's wounds indicated yet a different killer.The 'Pinchin Street torso' was undoubtedly an exercise in the disposal of a body, and Coles was possibly murdered by a male companion, James Thomas Sadler, who was arrested and, certainly for a while, suspected of being the Ripper.
The name
Almost certainly the one single reason for the enduring appeal of this rather sordid series of prostitute murders is the name Jack the Ripper. The name is easy to explain. It was written at the end of a letter, dated 25 September, 1888, and received by the Central News Agency on 27 September, 1888. They, in turn, forwarded it to the Metropolitan Police on 29 September.
The letter was couched in lurid prose and began "Dear Boss......" It went on to speak of "That joke about Leather Apron gave me real fits......'' ('Leather Apron' was a John Pizer, briefly suspected at the time of the Chapman murder). "I am down on whores and I shant quit ripping them till I do get buckled..."; and so on in a similar vein. The appended "trade name" of Jack the Ripper was then made public and further excited the imagination of the populace.
The two murders of 30 September 1888 gave the letter greater importance and to underline it the unknown correspondent again committed red ink to postcard and posted it on 1 October. In this communication he referred to himself as 'saucy Jacky...' and spoke of the "double event......." He again signed off as Jack the Ripper. The status of this correspondence is still being discussed by modern historians.
The message on the wall
Immediately after the Eddowes murder a piece of her bloodstained apron was found in a doorway in Goulston Street, Whitechapel. Above the piece of apron, on the brick fascia in the doorway, was the legend, in chalk, "The Juwes are The men that Will not be Blamed for nothing." A message from the murderer, or simply anti-Semitic graffiti? Expert opinion is divided.
The hype
It was at this time that the panic was at its height and the notoriety of the murders was becoming truly international, appearing in newspapers from Europe to the Americas. Even at this early stage the newspapers were carrying theories as to the identity of the killer, including doctors, slaughterers, sailors, and lunatics of every description.
A popular image of the killer as a 'shabby genteel' man in dark clothing, slouch hat and carrying a shiny black bag was also beginning to gain currency. The press, especially the nascent tabloid papers, were having a field day. With no Whitechapel murders in October there was still plenty to write about. There were dozens of arrests of suspects "on suspicion" (usually followed by quick release); there was a police house to house search, handbills were circulated, and Vigilance Committee members and private detectives flooded the streets.
The discovery of a female torso in the cellars of the new police building under construction at Whitehall added to the air of horror on 2 October, 1888. The floodgates to a deluge of copy cat 'Jack the Ripper' letters were opened, and added to the problems of the police.
An unpleasant experience befell the Chairman of the Whitechapel Vigilance Committee, builder George Lusk, on 16 October, 1888, when he received half a human kidney in a cardboard box through the post. With this gruesome object was a letter scrawled in a spidery band and addressed "from Hell ....." It finished. "signed Catch me when you can Mishter Lusk." The writer claimed to have fried and ate the other half of the "kidne," which was "very nise." The shaken Lusk took both kidney and letter to the police. The police, and police surgeon felt it was probably a hoax by a medical student, although others believed it was part of Eddowes' missing organ.
Inquests fuel press speculation
Popular and lengthy inquests were held by Coroner Wynne Baxter on the victims falling under his jurisdiction, which was the majority of them, and he fuelled the press coverage to fever pitch. He was not grudging in dishing out his criticism of witnesses. By the time the murders came to an end in 1891, the proprietors of the Working Lads' Institute had had enough of the noisy, unruly, proceedings and informed Baxter that he could find a different venue for his next inquest.
The murder of Mary Kelly, in November 1888, was accompanied by mutilation of such ferocity that it beggared description, and, for once, left the press short of superlatives. The murder had been committed on the day of the investiture of the new Mayor of London and the celebrations were soon overshadowed by the news of the Ripper's latest atrocity.
The Metropolitan Commissioner of Police, Sir Charles Warren, resigned at the time of the Kelly murder, after a long history of dispute with the Home Office, and was replaced by James Monro.
The panic subsides
After the Kelly murder, and many more abortive arrests, the panic began to die down a little and a more quiescent atmosphere began to reign. In early 1889 lnspector Abberline left, to take on other cases, and the inquiry was handed over to Inspector Henry Moore. His last extant report on the murders is dated 1896, when another 'Jack the Ripper' letter was received. There were brief flurries of press activity and wild suggestions that the 'Ripper' had returned on the occasions of the subsequent murders. However, Sadler was the last serious suspect arrested, and his seafaring activities obviated him from blame for the 1888 murders.
It will be seen from the foregoing that this is a mystery, when stripped of its fictional trappings, which provides all the raw material the imaginative writer or armchair detective could hope for. So popular is the subject that meticulous and scholarly research is carried out on the background of all the characters named in the story. Detailed plans are drawn and Victorian census returns and post office directories are consulted. The newspapers of the time are trawled for every scrap of information. Every minor detail revealed and added is hailed as a major triumph of research, sometims even justifying a book.
The files and other source material
New Scotland Yard have no files on the murders, nor details of the inquiry. The documents have been transfered over to the Public Record Office at Ruskin Avenue, Kew.
| MEPO 1/48 | Commissioner's letters, confidential and private, 1867-91. |
| MEPO 1/54 | Out Ietters, 1890-1919. |
| MEPO 1/55 | Letters to Home Office etc., 1883-1904. |
| MEPO 1/65 | Letters from Receiver to Home Office etc., 1868-91. |
| MEPO 2/227 | Police reinforcements for Whitechapel after Pinchin St. murder 1891. |
| MEPO 31140 | Files on each of the Whitechapel murders (that on Emma Smith missing). |
| MEPO 3/141 | Whitechapel murders, miscellaneous correspondence and suspects. |
| MEPO 3/142 | 'Jack the Ripper' letters. |
| MEPO 3/3153 | Documents on the Whitechapel murders returned to Yard in 1987. |
| MEPO 3/3155 | Photographs of Whitechapel Murder victims (original of Stride missing). |
| MEPO 3/3156 | Copy of photograph of Elizabeth Stride |
|
| |
There is much material to be seen in these files though probably as much again is now missing, some as a result of petty pilfering and others were simply destroyed in past years.
Many books have been written on the subject, and they vary in quality. Some concern individual suspects, whilst others are aimed more for the student and researcher, and contain most of the facts available, thus avoiding expensive and time-consuming research.
However, the serious historian is directed to the primary Metropolitan Police (MEPO) sources listed above, as well as the Home Office files which are also available at the Record Office.
For recommended further reading:
- 'The Ultimate Jack the Ripper Source book', by Stewart P Evans and Keith Skinner, published by Robinson, 2001.
- 'Jack the Ripper: The Facts', by Paul Begg, published by Robson Books, 2004.
- 'The Jack the Ripper A-Z' by Paul Begg, Martin Fido and Keith Skinner, published by Headline, 1996, with a new edition due to be published in 2007.
Label: emo

Dracula or Vlad the Impaler was the son of Vlad Dracul (1436-1442; 1443-1447) and grandson of Mircea the Old (1386-1418). Vlad Dracul was dubbed a knight of the Dragon Order by the Hungarian king. All the members of the order had a dragon on their coat of arms, and that is what brought him the nickname of Dracul (the Devil). Vlad the Impaler used to sign himself Draculea or Draculya - the Devil's son -, a name which was distorted into Dracula.
Dracula's renown reached the West through the Saxons from the Transylvanian towns of Brasov (Kronstadt) and Sibiu (Hermannstadt), who often gave shelter to those who claimed the Wallachian throne. In order to escape the peril of losing his throne, Vlad would punish the Saxons. Sibiu and the neighbouring area were pillaged and burnt down by Vlad, and many Saxons were impaled. The same happened to the Saxon merchants who came on business to Târgoviste.
In fact, Vlad was called Tepes (the Impaler) only after his death (1476). He ruled in Wallachia between 1456-1462 and in 1476. In 1462, having been defeated by the Turks, Vlad took refuge in Hungary. In 1476, with the help of the Hungarian king Matia Corvin and the Moldavian prince Stephen the Great, Vlad took over the Wallachian throne again for a month. A battle followed, during which Vlad was killed. His body was buried in the church of the Snagov Monastery, on an island near Bucharest. His body lies in front of the altar. In 1935, a richly dressed but beheaded corpse was exhumed at Snagov, a fate known to have overtaken Dracula, whose head was supposedly wrapped, perfumed and dispatched as a gift to the Turkish sultan.
They say that impalling was one of Dracula's favourite punishments, but he was not the only one who made use of it at the time. Other German and Spanish princes would do the same. He used the method for boyars, thieves and criminals, Turks, Saxons and those who conspired against him; more than once it happened that a whole forest of sharp stakes with enemies' heads would rise around Târgoviste, the capital of Wallachia at the time.
Horrified by these atrocities, the Saxons printed books and pamphlets in which they told about Vlad's cruelty. These booklets also reached Germany and Western Europe, where Dracula became known as a bloody tyrant.
In 1897, the Irish writer Bram Stoker published Dracula, which made Vlad the Impaler famous world-wide. Stoker read the stories about Dracula printed in the 15th and 16th centuries and was struck by his acts of cruelty. He decided to make him his character; he also read several books about Transylvania (a name of Latin origin, meaning "the country beyond the forests"), and thought that this "exotic" land would make a proper setting for Dracula's deeds.
In fact, Stoker used Vlad only as a source of inspiration, since in his novel, Dracula is not prince Vlad the Impaler, but a Transylvanian count living in a mysterious castle where he lured his victims. His story takes place in the Bistritza area, and the castle lies near the Bârgau Pass (in the Carpathian Mountains). As Stoker had never visited Transylvania, most places and happenings were pure fiction.
Legend and true history about Dracula intermingle and are being kept alive by tourist destinations like the Monastery of Snagov near Bucharest, or Bran Castle near Brasov
Search for : http://www.rotravel.com/History/Dracula-Legend-and-Reality
Label: emo

" Lebih baek sakit gigi dari pada sakit hati"
well itu semua gak penting, yang jelas kita sebagai manusia ciptaan tuhan sebaiknya percaya akan takdir tuhan, dengan demikian kita akan berpikir lebih positif kalo si doi bukan jodoh kita, walaupun berat haruz kita ikhlaskan.
aku buat polling dengan smz semua nomor cewek sekian banyak orang. topik bahasannya adalah "Apa yang paling sering dilakukan cewek saat broken heart" dan hasilnya:

2. G mo makan = 14 %
3. Jalan-jalan, Ngemol, makan-makan ma temen = 14%
4. Ngelamun = 10 %
5. diem seribu bahasa = 10 %
6. bawaannya marah-marah = 9 %
7. pengen bunuh diri = 5 %
8. Cari temen curhat = 5 %
9. Trauma = 4 %
10. Cari kegiatan laen = 4 %
11. Cari pacar lagi = 2 %
Saat aku tanya kepada mereka yang tidak menyebutkan "nangis" serentak mereka menjawab " mau diapakan lagi, yang terjadi udah terjadi, toh kita juga gak bisa ngembaliin waktu yang telah berlalau"
Disatu pihak "nangis adalah hal wajib saat patah hati, itu adalah kodrat sebagai cewek yang mepunyai perasaan yang lebih halus, bukan berarti cewek itu lemah. yang aneh malah mereka yang gak nangis saat patah hati itu yang gak normal, setegar apapun cewek, setomboy apapun cewek, pasti dia akan sedih dan nangis saat patah hati, coz cewek kebanyakan mengunakan perasaannya dari pada logikanya" tegas salah satu audience polling.
perdebatan semakin seru saat aku bilang pada audience polling yang anti nangis "kalo cewek identik dengan tagisan saat broken heart, katanya yang gak nangis tidak normal", aku kira akan terjadi bantahan hebat, ternyata mereka juga gak menepis semua jawaban itu salah, mereka bilang kalo saat patah hati sedih pasti terasa, tapi bukan berarti nangis dapat menyelesaikan masalah, yang penting gimana kita dapat membuat diri kita sendiri bahagia.
yang membuat aku bingung adalah jawaban "G mo Makan" dengan "Jln2, Ngemol;, Dan makan-makan bareng temen" jumlah poling keduanya sama, Secara logika "G mo Makan" sepertinnya hiperboliz dan seperti mengada-ada, tapi saat ditannya why must "G mo Makan" ada yang menjawab "Aq pernah 2 hari 3 malem tidak makan, dan akhirnya masuk rumah sakit" Sungguh dahsat yang namanya cinta, dan cewek tu menakutkan gak seperti yang cowok kira, mereka bisa ngelakuin apa aja saat persaaan dan ego mereka bicara.
Menurut aku proses dinamika putus cinta, ditandai gejala pertama menangis, dengan begitu proses sedikit agak lama berubah tidak nafsu makan, bawaannya enek lihat makanan, truz diem dan suka ngelamun, saat ditannya marah-marah, dan efek paling besar mereka biasanya trauma akan cinta dalam kurun waktu yang agak lama, mungkin karna sakit hati yang berlebihan dikarenakan saking cintanya sama si doi. dan parahnya lagi ada yang pengennya bunuh diri melulu, hi serem juga tu cewek. tapi tergantung manusiannya juga.
Gak lengkap kalo ada masalah gak ada counternya, ngomong-ngomong solusi permasalahan putus cinta, ternyata bannyak juga caranya, dari poling para cewek yang ada di phonebook aku urutannya begini.
1.Jalan-jalan dan Shoping = 46 %
2. Curhat ama temen = 20 %
3. Cari kegiatan yang laen yang bikin lupa ama dia = 18 %
4. Cari Pelampiasan, Game, makan sebanyak2nya, dll = 10 %
5. Kelayapan dijalan pake sepeda motor = 3 %
6. Dem ja di rumah = 3 %
Emang dasar cewek, hal paling menarik menurut cewek adalah ngemol dan shoping plus jalan-jalan liyatin cowok-cowok keren adalah top ranking poling. wajar aja cewek paling suka belanja apalagi ngelihat cowok keren pas lagi suntuk "alasan salah satu cewek poling"
Tapi anehnya ada yang ngejawab kelayapan di jalan, kayak preman aja, ya bukannya gak ngehargain pendapat, mungkin si cewek ni adalah salah satu comunity sepeda motor di daerahnya, yang paling q gak ngerti kenapa haruz diem ja dirumah, apa gak tambah sumpek ato suntuk, BT. emang mo sampe kapan di kamar ato dirumah truz...
Iseng iseng q nanya emang berapa lama dampak broken heart tu berlangsung? kebanyakan mereka menjawab 2 sampai 7 hari, ada juga yang bilang 3 minggu bahkan berbulan-bulan, tergantung ceweknya aja.
Kesimpulanku:
Patah hati, semua juga akan ngalaminnya walaupun gak sampe putus ama si doi. tapi perasaan cemburu juga bikin patah hati walaupun cuma sementara, emang menyakitkan, tapi bukan berarti bunuh diri adalah jalan pintas nyelesain masalah, ato sampe gak mau makan sehingga sakit, terbayang gak berapa banyak orang yang merasa direpotin klo itu terjadi...
Sedih sih sedih, mo nangis silahkan, tapi jangan sampe keteruzan, apa lagi sampai trauma kan cinta, pada dasarnya manusia tidak dapat menahan gejolak cinta di dirinya, manusia sudah dikodrat tidak akan bisa hidup tanpa cinta.
Tentang solusi, Bukan dengan melupakan semua kenangan tentang dia, semakin kamu ingin melupakan, disaat kamu teringat semakin terluka dan semakin dalam dendam atapun luka yang ada di dalam hati. biarlah kenangan berasa pada tempatnya, dan terserah pakai cara apapun, usahakan cara itu buat kamu enjoy dan yang paling penting bikin bahagia dan tidak sedih lagi
Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca, Amin
Label: Pop Art
Sudah ngopikah anda sekalian hari ini?
Ada kabar gebira bagi anda, penggemar kopi. Ternyata ada beberapa manfaat di balik nikmatnya ngopi ituh, gak percaya? Simak deh artikel berikut ini.
Banyak orang tidak bisa memulai kegiatannya tanpa meminum kopi di pagi hari terlebih dahulu, namun begitu sering kita mendengar bila kafein tidak baik untuk kita, dan bagaimana meminum kopi dapat menyebabkan masalah pada kesehatan kita. Dalam kenyataannya, kopi mempunyai banyak keuntungan bagi kesehatan, kini saatnya kita mulai mengenalinya. Antara laen:
Menurunkan resiko diabetes tipe-2
Siapa dapat menduga bila minuman sesederhana kopi dapat memberikan keuntungan yang menakjubkan bagi kesehatan? Ternyata, dengan meminum kopi dapat mengurangi resiko diabetes tipe dua. Menurut Sid Kirchheimer dari WebMD, semakin banyak kopi yang diminum, semakin baik hasil yang diperoleh. Bahkan, Universitas Harvard telah melakukan riset tentang manfaat kopi bagi kesehatan selama 18 tahun, dengan menganalisa data dari sekitar 126 ribu orang. Hasilnya, dengan meminum kopi 1-3 cangkir sehari dapat mengurangi resiko terkena diabetes hingga 10 persen, sedangkan dengan meminum kopi 6 cangkir atau lebih dapat mengurangi resiko pria dari serangan diabetes tipe dua sebesar 54 persen, sedangkan untuk wanita dapat berkurang 30 persen. Ini argumen bagus untuk ungkapan “satu poci kopi sehari”, ungkapan bagi orang yang ketagihan minum kopi setiap harinya.
Mengurangi Resiko Penyakit Parkinson dan Lainnya
Enam kelompok studi lain menemukan bahwa peminum kopi yang meminum kopi dengan teratur dapat mengurangi resiko terkena Parkinson lebih dari 80 persen. Menurut Thomas DePaulis, Phd, seorang ilmuwan dari Vanderbilt University’s Institute for Coffee Studies, menyatakan, semakin banyak meminum kopi, diperoleh hasil yang semakin baik. Nampaknya bagi mereka yang tidak meminum kopi, juga memiliki resiko terkena kanker kolon, sirosis hati, bahkan batu empedu! Penelitan terbaru lainnya menunjukkan bahwa kopi dapat memberi keuntungan bagi kesehatan jantung, mengurangi resiko penyakit jantung sampai 53 persen.
Mengimbangi Kebiasaan Jelek Lainnya
Kopi tidak hanya memiliki efek yang bagus bagi tubuh dalam hal melawan penyakit, namun juga dapat membantu untuk mengimbangi atau memutar balik resiko yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk. Menurut Thomas DePaulis, “Perokok dan peminum berat akan memiliki resiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan gangguan liver bila mereka memiliki kebiasaan minum kopi secara teratur dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.”
Dapat Membantu Mengobati Penyakit
Ada bukti yang menunjukkan bahwa kopi dapat membantu mencegah serangan asma dan bahkan dapat mengaturnya di saat kekurangan obat tradisional. Juga, kopi sangat bermanfaat dalam mengobati sakit kepala, khususnya migrain, dan penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum kopi meningkatkan perlindungan terhadap rongga perutnya sendiri.
Mengurangi Berat Badan
Tersedianya anti-oksidan alami dalam kopi, dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Fakta baru lain, yang baru-baru ini ditemukan oleh Fulgencio Saura-Calixto dan M. Elena Diaz-Rubio dalam ACS’ Journal of Agricultural and Food Chemistry, menemukan bahwa kopi bubuk masak dapat menjadi sumber serat yang baik, setiap cangkir mengandung hampir 2 gram serat yang mudah larut. Kebanyakan orang yang menjalani diet sangat sadar akan manfaat serat dalam hal pengurangan berat badan. Menurut penelitian, “kandungan serat yang terdapat pada kopi bubuk masak lebih tinggi dibandingkan minuman umum lain seperti anggur maupun jus jeruk.” Jadi, mari kita minum kopi, saudara-saudara! Tapi hindari gula!
Membantu Kita Mengontrol Depresi
Kopi telah membuktikan dapat membantu mengatur maupun menanggulangi depresi. Sebagian, tentu saja, karena kandungan kafein membuat kita tetap sadar, yang dapat mengurangi perasaan depresi, namun mungkin juga berhubungan dengan tingkat oksidan yang terkandung dalam secangkir kopi. Sebenarnya, suatu penelitian dari Brazil baru-baru ini menunjukkan bahwa bahkan anak-anak dapat meminum kopi dalam jumlah yang sesuai dengan usianya untuk mengatasi depresi. Kenyataannya, dalam penelitian menunjukkan sejumlah kecil kopi (1-2 cangkir sehari) sesungguhnya memiliki manfaat bagi kesehatan anak-anak, meskipun pernyataan sebelumnya menyatakan bahwa meminum kopi dapat menghambat pertumbuhan seseorang.
Mempertajam Daya Ingat
Disamping memberi kebugaran pada tubuh, ternyata kopi bisa membantu berpikir lebih cepat, Orang yang akan melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi, jika minum kopi 15 menit atau 30 menit sebelum acara dilakukan, hasilnya akan cukup lumayan, karena kafein dalam kopi ternyata mampu memberikan sinyal pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan cepat mengolah memori pada otak
Para pelajar dan mahasiswapun begitu percaya dengan minum kopi sebelum mereka belajar, bisa membuat daya ingat mereka menjadi tajam, semua yang dipelajari seakan-akan mudah untuk diserap. Sebuah fenomena yang bukan sekedar sugesti belaka, tetapi bisa dijelaskan secara ilmiah.
Mengapa kafein dapat mempertajam daya ingat? Salah satu yang membuat orang mudah tidur adalah peran senyawa adenosin dalam sel otak, jika zat ini terikat oleh receptor-nya, secara otomatis akan memperlambat aktivitas sel tubuh, juga menyebabkan pembesaran pembuluh darah. Dan ternyata kafein dapat menyaingi fungsi adenosin, terutama dalam membuat ikatan dengan receptor. Kafein tidak akan memperlambat gerak tubuh. Seiring makin banyaknya kafein yang terserap masuk, lambat laun sel tubuh tidak akan merespon terhadap perintah-perintah adenosin, karena receptor di otak lebih sibuk bergumul dengan kafein, lain kata, kafein membalikkan semua pola kerja adenosin, yang dapat menimbulkan rangsangan terhadap susunan saraf otak, sehingga mengakibatkan daya pikir menjadi lebih tajam. Kafein dapat mencapai otak dan masuk sistim saraf melalui aliran darah dalam waktu 15 menit setelah seseorang minum kopi.
Setiap yang berlebihan pasti tidak baik akibatnya. Demikian juga dengan minum kopi yang berlebihan akan berpotensi untuk mengundang penyakit, seperti sulit tidur (insomnia), lekas marah , otot berkedut, sakit kepala yang hebat, jantung berdebar-debar, bahkan kepanikan akan timbul terutama pada orang-orang yang sensitif atau kecemasan kronis. Minum kopi 1 hari sebanyak 1000 mg atau setara dengan 8-10 cangkir sudah dapat dikategorikan sangat berlebihan. Kafein dalam jumlah yang lebih besar (yang dikandung oleh -misal- 10 cangkir kopi yang diminum berturut2) akan bersifat racun bagi tubuh. Efek yang ditimbulkan antara lain: muntah, demam, dan kebingungan secara mental. Kafein dalam jumlah yang sangat besar bahkan dapat menjadi zat yang mematikan. Dosis mematikan bagi manusia adalah sekitar 10 gram, atau kira2 100 cangkir kopi yang diminum berturut2. Jadi jangan coba2 bunuh diri dengan cara ini, karena kemungkinan besar di cangkir ke 75 perut anda sudah kembung dan tidak kuat minum lagi.
Kopi, yang sering dituding sebagai kambing hitam timbulnya penyakit, ternyata mempunyai sisi yang positif. Oleh karena itu jangan langsung percaya dengan cerita yang beredar tentang dampak negatifnya kafein walaupun fakta memeng benar. Teruslah minum kopi demi kebugaran Anda, jangan berlebihan, sesuatu yang berlebihan tidak akan baik hasilnya, minum kopi dengan kadar kafein hingga 240 mg per hari, dan Anda akan tetap sehat.
sumber:
http://www.erabaru.or.id/20081204462/enam-alasan-minum-kopi-di-pagi-hari.html http://qrumahku.wordpress.com/2008/12/06/6-manfaat-minum-kopi/ http://www.indomp3z.us/forumdisplay.php?s=86914268541c3a688b1d73ad36c9a1f6&f=157
Insiden 11 September di AS meski telah berlalu 7 tahun, namun masih menyisakan sejumlah pertanyaan dan keragu-raguan akan kebenaran riwayat resmi pemerintah AS yang menyebutkan gedung WTC hancur akibat bertabrakan dengan pesawat terbang yang ditumpangi oleh para anggota Al Qaeda dan Taliban.
Sebuah buku yang dikeluarkan di AS baru-baru ini berjudul “Insiden 11/9 dan Imperium AS” menyatakan bahwa Gedung WTC tidak mungkin hancur lebur seperti itu, hanya karena bertabrakan dengan pesawat terbang, namun karena dihancurkan dengan menggunakan peledak jarak jauh yang telah ditanam di berbagai tempat vital di gedung tersebut sebelumnya.
Buku ini ditulis oleh 11 penulis AS. Mereka adalah para cendekiawan yang memiliki reputasi akademik yang tinggi. Sepuluh penulis memegang gelar S3 dan seorang penulis lainnya adalah mantan perwira militer di Dephan AS.
Salah seorang penulis buku tersebut, Brigham Steven Jhones, seorang professor di bidang kimia mengatakan, riwayat resmi pemerintah AS terutama terkait dengan sebab kehancuran gedung WTC sangat janggal. Steven menilai penjelasan versi pemerintah tidak bisa memberi penafsiran secara ilmiah mengenai sebab kehancuran gedung itu berkeping-keping, karena hantaman sebuah pesawat terbang masih sulit untuk meruntuhkan bangunan setinggi dan sebesar menara WTC. Satu-satunya penafsiran yang paling mendekati, menurut Steven, adalah akibat diledakkan dari jarak jauh dengan menggunakan bom yang telah ditanam sebelumnya
Sementara itu, menurut Morgan Rainaldinz, yang juga guru besar di Universitas Texas dan mantan pejabat di pemerintahan Gedung Putih era Presiden George.Bush, insiden 11/9 hasil konspirasi beberapa pihak. Menurutnya, motifnya terkait dengan agenda Pemerintah AS untuk menguasai dunia dengan mengobarkan perang melawan terorisme. Dia juga mengatakan pemerintah Gedung Putih paling tidak telah mengetahui rencana aksi kejadian itu atau berkonspirasi memfasilitasi aksi tersebut, seperti dikutip Aljazeera.
Penulis lainnya, Karen, mantan perwira militer AS selama 20 tahun dan baru berhenti pada 2003. Dalam buku itu, ia mengatakan bahwa dirinya pada saat kejadian berada di Dephan AS, namun ia tidak melihat reruntuhan atau kerusakan bangunan di lingkungan bangunan Dephan AS. Menurutnya, klaim gedung Dephan telah ditabrak oleh sebuah pesawat perlu itu diteliti ulang.
Diluar dari itu islam mengungkapkan bahwa kejadian itu sudah qodar dari yang Maha Esa,Ulama Mesir, Dr Zaghlul Najjar, tampil menerangkan kejadian runtuhan World Trade Center (WTC), New York pada 11 September 2001 sudah dibayangkan al-Quran, penduduk dunia, termasuk umat Islam sendiri berasa takjub. Ini karena tak seorang pun termasuk Amerika Serikat sendiri tak pernah menyangka dan memperhitungkan bahwa pesawat akan digunakan sebagai ’senjata’ untuk meruntuhkan gedung WTC sebagai lambang kemegahan negara tersebut. Dalam kajian Dr Zaghlul, runtuhnya WTC merupakan sejarah hitam bagi Amerika dan telah digambarkan pada ayat ke 110 Surah at-Taubah dalam al-Quran. Ayat itu bermaksud: “Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu sentiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu sudah hancur.
Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. Kajian Dr Zaghlul juga mendapati beberapa fakta mengenai kejadian runtuhnya WTC berkaitan dengan ayat tersebut diantaranya bangunan WTC setinggi 110 tingkat dan peristiwa itu berlaku pada bulan kesembilan Masehi (September) manakala ayat al-Quran tersebut adalah ayat ke- 110 dari surah ke-9 (at-Taubah). Persamaan lain, terjadi pada tanggal 11 manakala ayat tersebut berada pada juzuk ke-11 dan peristiwa itu terjadi pada 2001 manakala huruf terakhir ayat adalah huruf ke- 2001. Penjelasan Dr Zaghlul itu meyakinkan umat Islam bahwa isi kandungan al-Quran benar-benar memiliki rahsia tersendiri mengenai kehidupan manusia secara jelas atau memerlukan kajian mendalam.
Hal itu diakui Allah dalam firman-Nya: “Inilah ayat-ayat al-Quran yang mengandungi hikmah.” (Surah Yunus, ayat pertama). Ayat lain daripada surah al-Hijr, juga ayat pertama bermaksud: “(Surah) ini adalah (sebahagian daripada) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) al-Quran yang memberi penjelasan.”
Malah, misteri yang terkandung dalam ayat al-Quran membuktikan kitab suci dan mukjizat terbesar dikaruniakan Allah SWT kepada Nabi Muhammad s.a.w itu bukanlah rekaan manusia. Sebaliknya, penemuan itu seharusnya dapat menambah keimanan umat Islam bahwa ayat al-Quran datang daripada Allah s.w.t sebagaimana firmannya dalam surah as-Syu’araa’, ayat ke-192: “Dan sesungguhnya al-Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam.” Ayat lain menunjukkan bahawa al-Quran diturunkan Allah menerusi ayat pertama dari surah al-Qadr yaitu: “Sesungguhnya Kami menurunkan (al-Quran) ini pada malam Lailatul Qadar.”
Peristiwa runtuhan bangunan WTC beberapa tahun lalu bukanlah gambaran pertama al-Quran mengenai sesuatu peristiwa yang bakal terjadi pada masa akan datang. Sebaliknya, kitab suci itu dikatakan sudah menggambarkan mengenai kebangkitan kembali bangsa Rumawi setelah dikalahkan bangsa Persia dalam peperangan pada tahun 614. Setelah berakhirnya perang tersebut, turunlah ayat pertama hingga keempat dari surah ar-Rum yang menyatakan bangsa Rumawi akan kembali menang dalam jangka waktu beberapa tahun. Kemenangan bangsa Rumawi terhadap bangsa Persia itu kemudiannya benar-benar terjadi kira-kira delapan tahun kemudian seperti yang diramalkan dalam al-Quran. Selain gambaran mengenai peristiwa yang akan terjadi pada masa akan datang, kajian isi kandungan Al-Quran juga menunjukkan bahwa kitab suci itu mengandung berbagai ilmu pengetahuan yang melampaui zaman ia diturunkan, al-Qur’an diturunkan pada abad ke-6. Kajian mengenai berbagai rahasia alam berawal kira-kira abad ke-19 dan ketika itulah didapati bahwa segala fakta sains yang ditemui adalah sesuai dengan asas dan kandungan yang ada dalam al-Quran.
Dikutip dari Sumber :
http://cazhrax.wordpress.com/2009/04/19/peristiwa-besar-dalam-al-quran/
http://hizbut-tahrir.or.id
Label: Religi
1. Pemakan Madu Bunga
2. Perubahan Warna
telur-telur yang berwarna putih ini kemudian berubah warna menjadi semakin gelap dan dalam beberapa jam menjadi hitam legam, warna2 gelap itu untuk melindungi telur2 tidak terlihat oleh pemangsa atau burung pemangsa, sejumlah larva yang laen juga akan berubah warna menyesuaikan tempat mereka berada sebagai kamuflase terhadap pemangsa. larva2 ini berubah warna melalui berbagai proses kimia yang terjadi pada tubuhnya tidak diragukan lagi bahawa telur, larva maupun nyamuk betina bukanlah yang menciptakan sendiri ataupun mengendalikan berbagai proses kimia yang mengakibatkan perubahan warna tersebut seiring dengan perjalanan metamorfosis nyamuk, mustahil kalo sistem yang komplek ini terjadi dengan sendirinya, kesimpulannya nyamuk telah diciptakan secara lengkapdengan siitem perkembiakan sejak pertama kali ada, Dan penciptanya yang Maha Sempurna ini adalah ALLAH SWT
3. Hidup Sebagai Larva
tubuh jentik nyamuk mengeluarkan cairan yang kental yang mampu mencegah air untuk memasuki lubang tempat berlangsungnya pernapasan
4. Saat meninggalkan kepompong
Kemunculan nyamuk muda ini dari kepompongnya diawali dengan robekan kecil di kulit kepompong di bagian atas, resiko terbesar pada tahp ini adalah masuknya air ke dalam kepompong untungnya bagian atas masih dilapisi cairan kental yang berfungsi untuk melindungi bagian kepala nyamuk yang baru lahir ini yang bersinggunagn dengan permukaan air, bukan dari itu saja, tiupan angin yang cukup lembut sekali dapat mengakibatkan kematian jika nyamuk muda itu jatuh ke air.
Siapa ce yang gak pernah ngerasain BADMUT, BT, SUNTUK, pening pengen ngeluarin unek-unek yang menganjal dipikiran, semua orang juga pasti ngerasain dan ngalamin hal tersebut, aku punya sedikit trik ni untuk ngilangin stress itu walaupun cuma sesaat doang.
1. Teriak
mungkin kedengaranya kayak childish, tapi itu hal dasar yang dapat melegahkan hati dan pikiran pas lagi suntuk-suntuknya, teriak sekeras-kerasnya, spontan kita kan merasa lebih lega. tapi lihat kondisi dulu dong, carilah tempat yang pas untuk berteriak, jangan ditempat umum, ato tempat yang rame, bisa disangka orang gila..... carilah tempat yang sepi kayak puncak, tebing, pantai, ato kayak aku, naik sepeda motor dengan kecepatan tinggi lalu teriak sekeras-kerasnya, tapi jalanya pas sepi juga dong.
2. Cari Sebuah pelampiasan
Ets.... tunggu dulu, yang aku maksud disini bukan anarkis ato arogan, piece brow..... tapi carilah sebuah pelampiasan yang bermanfaat menyenangkan, dan yang paling penting tidak merugikan orang laen, salah satunya game..... mungkin dengan membunuh semua zombi yang da di residet evil ato membunuh semua teroris bahkan membunuh dan meledakkan mobil polisi yang ada di Underground. Asik banget tu.... tapi mungkin itu hanya untuk gamers....
3. Sahabat
manfaatin waktu luang kita untuk bisa melupakan semua masalah yang kita hadapi dengan bercanda dan bersenang-senang dengan sahabat kita, kalo perlu kita ceritakan semua masalah yang kita hadapi, mengkin sahabat kita bisa kasih saran, ato juga dengan membicarakan masalah dan berbagi, kita akan sedikit merasa lega ya paling gak ada tempat tuk meluapkan semuah amarah atao apalah namanya...
4. Menyendiri
Aneh.... tapi cukup asik bagi sifat orang yang suka menyendiri, to ada juga masalah yang harus diselesaikan sendiri tanpa bantuan orang laen, truz dengan menyendiri, dan tenangkan pikiran dan hati, dan yang paling penting koreksi diri, insyallah kita bisa menemukan solusi dari masalah yang kita hadapi...
5.Back to Nature
Seperti halnya nomor empat, bedanya kita jadikan alam sebagai obat penawar stress, obat penawar hati yang terluka,dsb. mungkin dengan menikmati keindahan alam kita bisa lebih rileks dan tenang, sukur-sukur bisa menemukan solusi dari masalah yang kita hadapi...
6. Don't Runaway
Dan yang paling penting, bukan lari dari masalah tapi hadapi masalah itu, kita siapkan mental untuk menghadapi semua resiko yang terburuk, dengan begitu kita akan mendapatkan semua kedewasaan yang ada dalam sebuah pengalam pahit....
Label: Pop Art
Ya....."OVERTIME", Lembur lagi, lembur lagi
Secara logika lembur berarti uang jajan bertambah, enak sih dapet uang tambahan, tapi hal ini sangat berbeda dengan yang q harapkan....
Tepatnya hari jumat pas tanggal 25, hari yang paling ditunggu semua karyawan, "Hari Gajian plus besoknya libur 2 hari, Sabtu dan Minggu",
Mulai dari pagi hari Aku siapkan mental tuk bekerja dengan semangat 45, padahal kalo hari2 biasa aku datangnya pasti paling akhir walaupun tak sampai bel masuk, tapi tak jarang juga Aku telat bahkan disetiap slip gajiku terlihat potongan terlambatku sampe 4 kali dalam 1 bulan,
Aku jalani menit demi menit dengan suka cita, walaupun berat, suhu yang cukup panas, dan pada waktu itu cukup menguras tenaga coz mesin utama mengalami kerusakan, sehingga terjadi back up yang mengharuskan kejar-kejaran hasil potongan kain.
Disaat menit2 terakhir ada sebuah pengumuman "Bagi semua karyawan di Cutting Department, diharuskan OVERTIME sampai jam 5 sore, trus untuk besok sabtu dan minggu diharap overtime wajib" beeeee..... kebayang gak tu?.. Detik itu juga semangatku down, tenagaku hilang, dan senyum di wajahku juga gak tau kemana,
ya ginilah nasib bawahan, hari itu aku kesel banget, padahal aku ada pertandingan persahabatan sepak bola tuk hadapi kompetisi yang akan di laksanakan hari minggu besok, udah gak bisa ikut pertandingan plus gak bisa ikut kompetisi....
DAn yang paling penting Aku harus batalin semua jadwal yang aku udah planing jauh-jauh hari sebelumnya, membuat kejutan pas ultahnya temenku, apelin sang kekasih, tyus yang paling penting weekend malam sampe pagi dengan ngopy dan game hanya sebuah mimpi, jadi gak bisa nikmatin hari gajian dengan liburan yang menyenangkan....
Label: Pop Art


