Rhyme in Piece

“Tak pernah terpikirkan oleh ku, tak sedikitpun ku bayangkan, kau akan pergi tinggalkan ku sendiri ( Saat Terakhir – St 12)” itulah kata kata yang mungkin kita rasakan ketika seseorang yang benar-benar kita kagum, sayangi, atau sahabat yang begitu dekat dengan kita meningalkan kita tuk selamanya di dunia ini.
Sakit, marah, kecewa, sedih itulah expresi yang kita dapatkan di minggu-minggu sesudah kejadian itu……. Seakan-akan kita betrayal “bias kah waktu terulang ato klo aja waktu disaat terakhirnya aku bias berada disisinya, ato klo aja aku bisa mencegah kematiannya” walaupun jawabanya udah kita ketahui sebelumnya tapi kita terus memikirkan dan berharap hal mustahil itu bisa terlaksana

Memang sakit dan hancur hati kita saat orang yang begitu dekat dengan kita telah mendahului kita, apalagi setiap kebiasaan yang kita lakukan selalu ada dirinya, semakin tak kuasa ni seolah tak percaya kalo semuani adlh nyata, rasa sakit dan kecewa itu berlanjut berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Itulah manusia, seangkuh-angkuhx orang itu, secuek-cuekx orang itu, yang namax kesedian tak akan hilang dari dalam lubuk hatinya.

“Tak Ada Yang Abadi” Kata PETERPAN
Itulah yang harus kita pahami, tidak ada satupun yang abadi di dunia ini kecuali sang pencipta, kematian tak akan luput dari semua makhluk hidup. Manusia yang telah meninggal akan hilang seiring berjalannya waktu, yang tersisa hanya batu nisan dan tulang-berulang yang terkubur di dalamnya…..
Tapi kenangan yang di tinggalkan masih melekat di hati orang yang masih hidup. Tawa, tangis, haru itulah yang akan kita rasakan ketika kita mencoba mengingat dan memikirkan kenangan itu, semakin kita ingat semakin sakit hati ini…. Bukan berarti kita harus melupakan kenangan itu, tapi kita sebagai penerus menjadikan kenangan itu sebagai pedoman hidup dan sebagai pengalaman klo suatu saat kita juga akan mengalami hal itu…

“RHYME IN PIECE, GOOD BYE MY FRIEND”
We (JOEFLIZOE) won`t never forget You

0 komentar: